WORLD MAP VISITOR

Erupsi Sinabung

Erupsi Sinabung Yang Baru Terjadi

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/33/X-43_NASA.jpg

5 Kendaraan Tercepat Di Dunia... Take A Look Please.

Jumat, 21 Februari 2014

Erupsi Sinabung

Erupsi Sinabung

AFP PHOTO / ADE SINUHAJI

Awan abu vulkanik menutupi langit ketika Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut, meletus lagi pada Selasa, 17 September 2013 pukul 12.03. Gunung meletus pada Minggu dan mengharuskan ribuan warga yang tinggal di kaki gunung segera mengungsi. Status gunung masih Siaga III.

Erupsi Sinabung bisa dikatakan salah satu bencana vulkanologi yang parah tahun ini. Salah satu letusan dahsyat Sinabung terjadi pada 25 November 2013. Dalam waktu 2 jam saja, Sinabung bererupsi tiga kali dengan ketinggian embusan asap mencapai 2 kilometer. Sementara, hujan abu terjadi hingga radius 7 km.

Aktivitas Sinabung tahun ini mendapat perhatian dari dunia, diberitakan oleh beragam media internasional. Sinabung dikatakan "bangun" setelah tidur ratusan tahun.

Status Sinabung terus disesuaikan sejak letusan pada September 2013. Pada 15 September, letusan Sinabung dinaikkan dari Waspada ke Siaga. Sempat diturunkan kembali menjadi Waspada pada 29 September, pada akhir November status Sinabung dinyatakan Awas. Akibat erupsi Sinabung, 14.000 orang terpaksa dievakuasi.

Kamis, 20 Februari 2014

Gunung Kelud Meletus



















Gunung Kelud akhirnya meletus – atau bererupsi-  dengan disertai gemuruh petir membahana, setelah sebelumnya dinyatakan dalam status Awas. Semburan asap dan material vulkanik mencapai ketinggian 3000 meter. 

“Jam 22.50 Wib, meletus. Asap tebal setinggi 3000 meter. Tidak ada suara,” jelas Kabid Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api PVMBG Bandung, Gede Swastika, yang berada di lokasi seperti dikutip detikcom, Kamis (13/02/2014).
Dengan demikian, ini adalah letusan Gunung Kelud yang pertama terjadi setelah letusan terakhir pada tahun 2007.

Sebelumnya, diramalkan bahwa letusan atau erupsi Kelud akan bersifat eksplosif. Letusan eksposif atau erupsi eksplosif adalah proses keluarnya magma, gas atau abu disertai tekanan yang sangat kuat sehingga melontarkan material padat dan gas yang berasal dari magma maupun tubuh gunung api ke angkasa. Erupsi eskplosif inilah yang terkenal sebagai letusan gunung berapi. Letusan ini terjadi akibat tekanan gas yang teramat kuat.


Dibawah berikut adalah video saat Gunung Kelud meletus :

Minggu, 16 Februari 2014

Banjir Jakarta

 
Banjir Jakarta yang terjadi 17 Januari 2013 bisa dikatakan sebagai bencana banjir paling fenomenal tahun ini.

Banjir Jakarta terjadi akibat paduan beragam faktor. Dari sisi meteorologi, beberapa hari sebelum banjir, hujan mengguyur wilayah Jakarta dan merata, mencapai intensitas 40 - 100 mm. Hujan yang merata mengakibatkan volume air yang menggenang besar.

Besarnya volume air mungkin bisa ditampung bila faktor-faktor lain, seperti sistem drainase, situ yang berfungsi baik, dan tata kota, mendukung.

Sayangnya, kejadiannya tak demikian. Tata kota Jakarta parah, situ tak berfungsi baik, sementara drainase Jakarta juga buruk. Akibatnya, volume air yang menggenang besar, bahkan menjebol tanggul.

Banjir terjadi di wilayah yang cukup luas, bahkan kawasan Bundaran Hotel Indonesia dan Menteng pun terendam. Dari bencana bajir ini, setidaknya 20 orang tewas.


USAHA LEMBAGA MASYARAKAT UNTUK MEMBANTU KORBAN :

- Pemerintah memberi bahan-bahan pokok kepada korban banjir
- Sebuah lembaga membantu dengan cara memberi pompa air kepada korban banjir
- Sebuah lembaga dan sukarelawan membantu dengan cara mengajar anak-anak di tenda pengungsian
- TNI membuat tenda pengungsi bagi korban banjir


VIDEO :

 



allyoucanshare.blogspot.com

Sabtu, 15 Februari 2014

Pemerintah Siapkan Ternak dan Bibit Tanaman untuk Pengungsi Sinabung



Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Fatchul Hadi, mengatakan, pemerintah berencana memberikan 2.300 ternak untuk korban bencana erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Direncanakan, akan ada pula bantuan berupa bibit tanaman.

"(Bantuan ternak) itu berupa 1.500 ayam dan 800 sapi," kata Fatchul, dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta Pusat, Rabu (5/1/2014). Dia mengatakan, pemberian bantuan itu bertujuan membantu penghasilan korban bencana yang kehilangan rumah, ladang, dan ternak akibat letusan Gunung Sinabung.

Bersama bantuan ternak itu, akan diberikan pula bibit tanaman agar warga korban letusan Gunung Sinabung dapat langsung mulai berladang begitu letusan berakhir. Bibit yang diberikan adalah tomat, cabai, kubis, kentang, wortel, dan sawi, untuk ditanam di lahan seluas 508 hektar.

Bantuan bibit tanaman sayuran itu rencananya akan disalurkan pada Februari 2014. Selain itu, akan diserahkan pula bantuan berupa bibit tanaman jeruk untuk lahan seluas 65 hektar. Namun, bibit jeruk baru akan diserahkan pada April 2014. Lalu, ada pula bantuan berupa benih jagung CBN sebanyak 16 ton, yang akan diserahkan pada 2013. 

Pemerintah, imbuh Fatchul, juga berencana membantu warga membangun kembali sawah dan ladang dengan memberikan bantuan berupa traktor tangan, cultivator, dan pompa air, masing-masing sebanyak 20 unit. "Bantuan ini sudah diserahkan kepada Bupati Karo."

Sinabung Masih Bergolak, Warga 15 Desa Harus Tetap Mengungsi

Sinabung Masih Bergolak, Warga 15 Desa Harus Tetap Mengungsi

Aktivitas Gunung Sinabung masih cukup tinggi, kegempaan masih didominasi gempa hybrid yang mengindikasikan pertumbuhan kubah lava masih berlangsung. Potensi erupsi disertai awan panas masih ada, meski intensitasnya menurun. Sejak Sabtu 8 Februari 2014 terjadi 2 kali erupsi dan beberapa kali guguran 

"Status masih Awas atau level IV, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas pada radius 5 kilometer dari puncak kawah. Masa tanggap darurat diperpanjang hingga Sabtu 15 Februari 2014," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan turlisnya, Minggu (9/2/2014).

Menurut Sutopo, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan warga di 15 desa dan 2 dusun untuk tetap mengungsi. Desa-desa yang warganya harus tetap mengungsi itu adalah Desa Mardinding, Perbaji, Selandi, Sukameriah, Guru Kinayan, Gamber, Berastepu, Bekerah, Simacem, Sukanalu, Kuta Tonggal, Sigarang-garang, Kuta Rakyat, Kuta Gugung, Kuta Tengah, Dusun Sibintun, dan Dusun Lau Kawar.

 "Di luar desa tersebut dapat kembali ke tempat tinggal masing-masing dan beraktivitas di luar radius 5 kilometer dari kawah gunung," terang Sutopo.

Sutopo menambahkan, Kepala BNPB Syamsul Maarif menginstruksikan agar persiapan pemulangan pengungsi dilakukan dengan baik dan bertahap. Pengungsi dari 17 desa di luar radius 5 kilometer yang boleh pulang sesuai rekomendasi PVMBG dan keinginan pengungsi harus disiapkan baik.

"Bupati Karo agar mengumpulkan Kepala Desa dan memberikan arahan. Tahap pertama pemulangan akan dilakukan bagi 4 desa, yaitu Desa Batu Karang, Rimo Kayu, Cimbang, dan Ujung Payung. Para KK atau pria dewasa diharapkan membersihkan rumah dahulu. Setelah itu keluarganya akan difasilitasi kepulangannya," tutur dia.

Hingga saat ini, jumlah pengungsi mencapai 32.351 jiwa dari 9.991 kepala keluarga (KK), dan tersebar di 42 titik. Pengungsi berasal dari 32 desa dan 2 dusun. Kebutuhan dasar bagi pengungsi tercukupi dengan baik.

BNPB bersama Universitas Sumatera Utara (USU) dan Unimed juga menyelenggarakan bimbingan belajar bagi siswa SMP dan SMA menghadapi UN. "Kemendikbud telah memberikan bantuan peralatan sekolah, buku pelajaran dan Rp 19,23 milyar beasiswa bagi siswa SD, SMP, SMA, dan PT. Saat ini Disdik Karo sedang menyiapkan pendistribusian kepada siswa," ujar Sutopo. (Eks/Ism)